Friday, October 12, 2018

~ AMARAH ~


HARI yang baik, namun dirosakkan dengan mood yang tidak  begitu baik disebabkan provokasi keras seseorang yang menyebabkan aku menjadi bukan aku.

Amarah.

Aku memutus untuk bersuara. Dan bila seseorang yang jarang bersuara dan akhirnya memilih untuk bersuara, ia pasti memberikan sesuatu yang di luar jangka akal. Aku melepas segala yang terbuku, dari paket-paket lama yang terkumpul dan tersimpan. 

Keras.

Memandu dengan penuh rasa marah.
Pulang dengan penuh rasa marah.
Meletak lena dengan penuh rasa marah.
Bangkit dengan penuh rasa marah.

Marah itu sakit. Terlalu sakit. 

Dan aku tidak pernah merasa nyaman dengan suasana begini. Meski ada yang mengatakan, meluahkan rasa amarah itu akan memberi kelegaan, namun jujurnya tidak bagi aku. Marah itu sangat menyakitkan, untuk diri sendiri dan untuk orang yang dilepaskan kemarahan itu.

Lalu saat ini, aku sedang menopang dagu mengadap langit hitam.

[Men-jadi bukan aku]

No comments: