Friday, November 10, 2017

~ PADA BIRUNYA ~

LANGIT tumpah dan sesak jalan melimpah di luar duga. Pilihan terbaik adalah membuat singgah dan menghirup secawan kopi agar tidak tersia waktu dalam rungut tidak berhabisan.

Disertai dua teman yang memilih hal yang sama.Lagak kami umpama berada di kedai kopi di selekoh neon kota Paris pada saat remang petang mengisi pandang.

Daripada topik-topik santai, sehinggalah kepada secebis kisah kehidupan yang punya masing-masing, namun tertutup oleh senyum manis yang berlapis lapan.

Aku menopang dagu.

Tidak pernah mereka kongsikan sejujur ini, dan hari ini aku mendengarnya dengan setulus hati.

Hidup kita ini sering tidak terjangkakan. Pada birunya, pada kuningnya... meski terbeda, namun masih mampu bersatu dengan hijaunya.

Yang manis-manis itu, tidak semestinya manis pada benarnya kerana yang kelat itu, tetaplah kelatnya.

Terima kasih untuk pelajaran hari ini yang tidak tersengajakan dikongsi bersama. Aku cuba melihatnya dengan mata hati.

Dan, saat meninggalkan kedai kopi sehinggalah pada ketika jari ini bercerita di sini, kisah-kisah itu masih melekat.

Bersyukurlah dengan keberuntungan diri.

[Alhamduillah.]

No comments: