Friday, December 30, 2016

~ TRAGEDI ~


TUMPAHNYA kopi. Dan unta hitam menjadi luka. Bersaksi langit hitam yang menatap menunggu tutur. Tidak sempat menongkat tumpah atas sebuah takdir yag sudah tertulis.

Lalu, kopi grande yang sudah mencair terbiar dalam tatap membuat hampar pada lantai unta hitam. Memenuh ruang kecil empat persegi itu. Tanpa baki. Cuma kerak sisa pada dinding tertulis namaku itu. 

Aku memberhentikan unta hitam. Di bahu jalan yang senyap. Cuma ada simbahan cahaya lampu limpah lebuhraya. 

Terlihat tumpahan itu sudah membuat lukis, meninggal bau, mengusik rasa dan sekaligus meletak luka. Berselangan dengan sengaja.

Dan, tiba-tiba kopi yang sering membuat terapi menjadi benci.

[Ber-bicara-lah kamu pada langit yang me-nadah]

No comments: