Wednesday, October 19, 2016

~ SENYUM ~

 
DIA asyik bercerita tentang suatu hal yang cukup menggembirakannya. Tentang hari indahnya, tentang senyum manisnya, tentang lenanya dan segala satu tentang itu.
 
Aku angguk-angguk, tanpa sedikit wujud rasa membantah. Mengerti, tapi dalam masa yang sama tidak mengerti.
 
Sesekali, aku aku mengiyakan dan menyetujuinya dengan senyum-senyum aku. Meski hanya itu, dia terlihat cukup gembira dengan reaksiku itu.
 
Dan, sekali lagi aku melihat betapa hal-hal kecil yang mampu menggembirakan orang lain tanpa kita sedari.
 
Kucing.
 
Ya, itulah topik perbualan yang dia bicarakan dengan penuh kesungguhan dan kebahagiaan kepada aku.
 
Meski pada mulanya aku tidak tahu bagaimana mahu menyambut dan menyelesakan diri dengan topik yang bertentangan denganku itu, akhirnya aku bersifat terbuka. Malah kerana senyum-senyum bahagianya itu, aku berusaha untuk tidak memintas rasa-rasa itu.
 
Dan, sehingga ke akhir perbualan yang menutup pertemuan, dia sedikitpun tidak tahu betapa topik itu terjauh aku. Malah tidak juga dia tahu bagaimana aku berusaha untuk menyetujui ceritanya meski tidak punya tahu tentang soal-soal itu.
 
Senyum, dan terlucu dengan diri sendiri.
 
[Sumpahan]

No comments: