Monday, April 11, 2016

~ POLOS ~


AKU tepuk dahi sendiri mengenangkan kebodohan yang dilakukan siang hari tadi. Kebodohan kepada tanya-tanya polos yang aku tuturkan kepada sahabat dekat, si tsunami.

Kami ini saling kenal dan cukup faham baik buruk yang dipunya masing-masing (barangkali) setelah sekian lama bersahabat. Justeru, aku tidak pernah kisah menunjukkan kelemahan atau kekurangan diri di depannya. Malah aku juga sentiasa merasa bebas menutur apa sahaja yang terlintas tanpa saringan dengannya yang barangkali tidak terjadi dengan orang lain. 

Hari ini kami membuat bual tentang suatu issue berat yang dimulakan dia sehingga membuka ruang kepada sel-sel otakku untuk berhubung dan menumbuh tanya yang polos dan paling penting ia  sangat-sangat tidak berkaitan dengan aku atau kami, meski seinci. 

Tanya-tanya polos seperti dalam bual adik-beradik tanpa ada maksud sebalik, apatah lagi sengaja dengan niat mencampuri urusan hidup lainnya. Tanya yang hanya sekadar tanya untuk suatu hal yang aku sememangnya tidak tahu meskipun terlihat seperti, mana mungkin aku tidak tahu. Tetapi, yaaa.. hakikatnya memang benar aku tidak pernah tahu tentang soal itu semua. Lalu aku bertanya dengan dada yang kosong.

Hahaha...

Dan, saat memandu dalam perjalanan ke rumah, aku jadi bergemuruh. Dunia kecilku tidak pernah tersampai ke situ dan aku benar-benar dihantui rasa bersalah yang berat. Semoga si tsunami ini memaafkan aku atas kepolosan itu. Benarlah, kadangkala ada perkara-perkara yang barangkali tidak perlu untuk kita tahu atas apa tujuan sekalipun.. :)

Apapun, setelah tanya polos itu terjelas dengan jawapan yang polos juga, aku semakin jelas mengapa kami ini mampu bersahabat baik meski berguruh tsunami. Ya, terlalu banyak pertentangan antara kami, malah hampir tiada kebersamaan yang ada terlihat. Sepanjang masa lagaknya umpama 'anjing dan kucing', tapi kami masih elok-elok sahaja.

[dan, polos-nya memaksa ke jogging agar ter-buang gemuroh..]

No comments: