Friday, June 17, 2011

~ HAL-HAL BISU ~

PAGI bisu, petang bisu, malam bisu. Begitu situasi kami adik-beradik sepanjang hari ini. Diam.. dan hanya hati yang dibiar bicara. Sungguh yang dibicarakan hati itu tidak pernah terdengarkan, namun aku cukup yakin tutur yang di dalam sana itu punya persamaan antara kami.

Yaa... kami berperang resah hal yang sama. Hal penderitaan dan kesakitan ibu. Hal situasi di mana ibu bertarung nyawa untuk hidup. Hal yang membuatkan kami seolah putus nyawa menunggu di bilik empat segi yang kosong tanpa menjanjikan harapan yang pasti. Hal yang membuatkan aku berusaha menjadi kuat agar mampu ditumpangi emosi buat yang lainnya.

Luluh hati melihat ibu terbaring di katil hospital yang entah berapa kali menerima kematian. Aku tahu ia menjadi ketakutan yang amat sangat buat ibu. Buat aku, dan buat semua kami adik-beradik. Tidak terbayangkan saat pisau tajam itu membelah tubuh ibu. Tidak juga tergambarkan bagaimana ibu menahan segala kesakitan itu secara bersendiri. Pasti tidak tentunya terelakan melihat ibu mengangguk pasrah pada segala yang harus dia lalui. Namun, apa daya aku? Apa daya kami?

Saat kecamuk mengisi emosi, pelbagai 'mungkin' yang menerjah masuk ke fikiran dan hati. Mohon tidak terjadi 'itu' saat kami berada di luar kesediaan. Berilah sedikit lagi masa untuk kami mempersiap diri. Aku mohon itu.

Alhamdulillah.. Akhirnya harapan itu hadir menunai janji. Lega bukan kepalang. Peluang dan kesempatan yang diberikan Tuhan ini harus tidak tersia. Aku mohon agar menjadi manusia yang tahu menghargai.. tidak sekadar untuk ibu, ayah atau saudara sedarah yang lainnya.. tetapi untuk mereka yang dekat berkeliling.. yang juga aku gelarkan sahabat. Aminn..

[Tidak mampu untok ber-kongsi peristiwa ke-sengsaraan yang di-lalui ibu di-ruang ini... namon aku yakin, kamu meng-erti hal-2 yang aku maksod-kan...]

No comments: